Asal Mula Desa Gohong (Tanjung Lewu Minanga)

 Artikel Dayak

Sandung Pangkoh 1915 - Tropenmuseum

Desa Gohong menurut cerita penduduk setempat merupakan sebuah desa yang tua dengan nama dahulunya bernama Tanjung Lewu Minanga (jaman tatum cerita Bandar). Di Desa Gohong pernah dibangun betang yang besar oleh Tamanggung Singa Rontah. Tokoh yang terkenal dari kampung ini yaitu Tamanggung Singa Rewa.

Desa Gohong secara administrative berada pada Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau yang berjarak ±82 km dari Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah Palangkaraya dan berada pada jalan poros trans Kalimantan atau berjarak ±12 Km dari Kota Pulang Pisau.

Kata Gohong sebenarnya berasal dari nama sebuah sungai yang terdapat pada Tanjung Lewu Minanga yang berarti guruh riam, yang ketika itu setiap malam orang mendengar seperti bunyi desau arus air yang deras pada sebuah riam, padahal di Tanjung Lewu Minanga tidak ada riam atau jeram

Sejak saat itu penduduk yang aktivitasnya kebanyakan berada pada sungai gohong, bila pulang ke kampung Tanjung Lewu Minanga selalu mengatakan mereka berasal dari Gohong yang sampai saat ini menjadi nama yang defenitif pada desa Gohong.

Sebelum jaman Bandar (jaman Tatum) di Tanjung Lewu Minanga ada juga kampung di hulu desa yang dekat dengan pulau Ketapang ,yaitu kampung Ulek Rundung Lewu Baduruh, (Pelabuhan Pabrik Pollywood PT.Hutan Domas Raya) yang menceritakan dahulu kala di kampung ini di adakan upacara Balian selama 7 hari 7 malam. Ketika itu terjadilah angin dan petir yang bersahut-sahutan (Bahasa Dayak nya Basaluh) dan kampung tersebut pun ceritanya longsor dengan penghuninya kebawah air (alam Gaib) sampai saat ini pun sering terdengar bunyi musik gong orang yang melakukan upacara balian di daerah tersebut dan sekarang sudah menjadi teluk Domas atau Juking Mara Sambung.

Keanehan pernah terjadi , waktu PT.Domas membuat Bace Camp di Teluk Juking Marasambung atau bekas Kampung Ulek Rundung Lewu Baduruh tersebut Tongkang dan Tank Minyak mereka pun ikut longsor masuk ke sungai dan sampai saat ini tidak pernah bisa di angkat ke permukaan.

Didesa Gohong banyak situs sejarah yang sebenarnya di keramatkan seperti Balai Patahu Batu Kamantuhu yang di percaya mempunyai nilai mistis dimana batu tersebut bisa beranak dahulu waktu jaman zending Bassel (misionaris Kristen ) yang berada pada Desa Gohong . Tuan Brown pernah membuang batu tersebutke sungai , tapi keesokan harinya batu tersebut kembali lagi ketempat semula. Seperti komplek Sandung di Juking Mara Sambung

Tahun 1700 Masehi

Di Desa Gohong pernah dibangun betang yang besar oleh Tamanggung Singa Rontah.

Tahun 1800 Masehi

Kesultanan Banjar pun melebarkan pengaruhnya di Das Kahayan, di mana pernah terjadi pertempuran di benteng aur baduri di desa Pangkoh yang menceritakan kekalahan raja banjar dan bagaimana dengan muslihat nya menyerang benteng Aur Baduri dengan emas, uang dan perak untuk menembus benteng. Pada saat masyarakat lengah karena benteng yang begitu besar yang terbuat dari aur / bambu berduri di tebang untuk mengambil emas dan perak yang nyangkut di dahan bambu, sehingga masyarakat menyingkir, ada yang masuk sungai Sala di desa Mantaren dan sebagian lari kehutan Adat Kalawa sekarang.

Tahun 1900 Masehi

Tahun 1935 Zending Bassel dari Jerman Masuk di Desa Gohong untuk menyebarkan agama Kristen, tahun 1950 Desa Gohong resmi menjadi kampung dengan Kepala Kampung yang pertama di jabat oleh Pambakal Unung, setelah itu dig anti oleh Sias Nahason (1950) terus diganti oleh Manasse Ismail (1970), Pambakal Efendi (1990), Liwan I.Awai (1990-2005) dan sekarang di jabat oleh Yanto (2005 -2010)

Lokasi sejarah di desa Gohong antara lain :

1. Batu Kamantuhu (yaitu batu yang bisa beranak antara lain batu Agung, Tamanggung, Tekai, Remeng, Hanyi, Hayung dan batu Selung yang di yakini oleh warga setempat sebagai Penjaga Patahu Lewu Desa Gohong.

2. Kaleka Singa Runtah di Juking Mara Sambung, yang di yakini tempat sanding keluarga dan di jaga oleh Buaya dan Ular Hanjaliwan.

3. Teluk Ulek Rundung Lewu Baduruh (teluk Domas sekarang)

4. Pulau Ketapang ,ada kuburan bergantung saudara Tamanggung di sungai Sagihan yang di percaya menyimpan harta di sebuah Sangku Kadarah yang dulunya tempat mandi Putri Sumbu Kurung anak dari Dambung yang memimpin Lewu Tanjung Bereng Kalingu (Kelurahan Bereng sekarang)

5. Desa-desa yang berkaitan dengan sejarah desa Gohong yaitu Kelurahan Bereng (dulunya Tanjung Bereng Kalingu) Anjir Pulang Pisau (dulunya Lewu Tarusan Raja) Pulang Pisau, (dulunya Lewu Ulek Rundung Labuhan Banama), Kelurahan Kalawa (dulunya Lewu Dandang Taheta Ulek Ruak Patahu) Desa Mantaren (dulunya Lewu Pagar Buluh sungai Sala) Desa Buntoi (dulunya Lewu Luwuk Dalam Batawi, berubah menjadi Petak bahandang tahun 1953 menjadi Buntoi) Desa Pangkoh (dulunya disebut Lewu Teluk Kantan Benteng Haur Baduhi) Lewu batu Nindan (Desa Maliku ) dan Desa Dandang tingang (desa Dandang.

6. Untuk pentilasan sejarah masih bias di lihat yaitu Banama Bandar di Sungai Bangkalung Kelurahan Kalawa, Betang Buntoi di Desa Buntoi dan Pulau bagantung di Teluk Kantan serta pulau Mintin (sejarah dan cerita ini di sampaikan oleh Bustani Jasman /Bapak Imis dan Marto Spd Mantir Adat Desa Gohong.

(sumber: onelytomas.blogspot.com/2010/09/sejarah-desa-gohong.html)


Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply