Menelusuri Jejak Sejarah Kuala Kapuas

 Artikel Dayak

Pada tanggal 27 Desember 1946 di Banjarmasin terbentuk Dewan Daerah Dayak Besar, suatu Badan Pemerintahan Daerah yang meliputi Afdeling Kapuas Barito atas dasar Zeltbestuur Regeling (Peraturan Swapraja) tahun 1938 dan sebagai ketua adalah Groveneld (eks Asisten Residen), Wakil Ketua Raden Cyrillus Kesranegara dan Sekretaris Mahir Mahar. Dewan ini merupakan dewan pertama yang terbentuk di Kalimantan. Pada tanggal 14 April 1959 atas dasar tuntutan rakyat dan keyakinan sendiri, Dewan Daerah Dayak Besar menentukan sikap untuk meleburkan diri secara resmi ke dalam Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor C.17/15/3 tanggal 29 Juni 1950 menetapkan tentang daerah-daerah di Kalimantan yang sudah bergabung dalam Republik Indonesia dengan administrasi pemerintahannya terdiri dari enam daerah kabupaten yaitu Banjarmasin, Hulu Sungai, Kota Baru, Barito, Kapuas dan Kotawaringin serta tiga Daerah Swapraja yaitu Kutai, Berau dan Bulungan.

 

Akhir tahun 1950 Kepala Kantor Persiapan Kabupaten Kapuas Wedana F. Dehen memasuki masa pensiun dan diserahkan kepada Markasi (Mantan Anggota Dewan Daerah Dayak Besar). Kemudian pada bulan Januari 1951 Markasi diganti oleh Patih Barnstein Baboe. Rabu 21 Maret 1951 di Kuala Kapuas dilakukan peresmian Kabupaten Kapuas oleh Menteri Dalam Negeri dan sekaligus melantik para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara yang terdiri dari wakil Partai Politik dan Organisasi Non-Politik dari Masyumi, Parkindo, PNI, Muhammadiyah dan lain-lain. Pada saat itu Bupati belum terpilih dan sementara diserahkan kepada Patih Barnstein Baboe selaku kepala Eksekutif.

 

Awal Mei 1951 Raden Badrussapati diangkat selaku Bupati Kepala Daerah Kabupaten Kapuas yang pertama, pelantikan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 1951 oleh Gubernur Murjani atas nama Menteri Dalam Negeri. Oleh masyarakat Kabupaten Kapuas, tanggal 21 Maret dinyatakan sebagai hari jadi Kabupaten Kapuas yang bertepatan dengan peresmian Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas.

 

Dalam sejarah perkembangan pemerintahan, kehidupan masyarakat dan pembangunan di daerah Kabupaten Kapuas berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2002, Kabupaten Kapuas dimekarkan menjadi tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas sebagai kabupaten induk dengan 12 kecamatan, Kabupaten Pulang Pisau dengan 6 kecamatan dan Kabupaten Gunung Mas dengan 6 kecamatan. Pejabat  yang pernah memimpin Kabupaten Kapuas sejak tahun 1951, sampai sekarang tercatat 16 orang Bupati.

 

Bupati Kapuas:

1. R. Badrussapati (1951 – 1955)

2. G. Obos (1955 – 1956)

3. Ra. Parjitno (1956 – 1957)

4. J. C. Rangkap (1957 – 1958)

5. Ben Brahim (1958 – 1960)

6. P. K. Sawong (1960 – 1961)

7. E. Mahar (1962 – 1966)

8. L. S. Binti (1966 – 1967, Pjs)

9. Untung Surapati (1967 – 1977)

10. B. A. Tidja (1977, Pjs)

11. H. Mochamad Adenan (1977 – 1988)

12. H. Endang Kosasih (1988 – 1993)

13. H. Odji Durachman (1993 – 1997)

14. Ir. H. Burhanudin Ali (1997 – 2008)

15. Ir. H. Muhammad Mawardi, MM (2008 – 2013)

16. Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT (2013 – 2018)

 

 

(sumber: kapuas.net, urangkapuas.blogspot.com)

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply