Mengenal Silat Kuntau Bangkui

 Artikel Dayak

silat kuntau

Selain handal dalam berperang dengan menggunakan Mandau dan Lunju (tombak), suku Dayak memiliki pencak silat yang bernama Kuntau.  Pada zaman dahulu, setiap pemuda suku Dayak diwajibkan menguasai ilmu beladiri sebagai bekal untuk pergi berperang dan pertahanan diri. Pada generasi sekarang silat Kuntau sering digabung dengan Bangkui, jadi penamaannya sering disebut Kuntau Bangkui.

Beladiri tersebut diwariskan secara turun temurun. Namun kini banyak dari generasi muda Dayak yang meninggalkan tradisi beladiri ini khususnya para generasi muda yang tinggal didaerah perkotaan. Sejarah Kuntau menurut lisan para orang tua merupakan pencak silat warisan nenek moyang orang Dayak dari zaman dahulu. Gerakannya mirip seperti gerakan beladiri dari daratan China. Menurut panaturan tetek tatum sejarah lisan suku Dayak Ngaju-Ot Danum, Sempung (Sam Hau Fung) anak Lambung (Maharaja Bunu) pernah belajar segala macam ilmu berperang dan beladiri di Pulau Mako Cina zaman dahulu kala. Ilmu tersebut dibawa pulang kembali ke Kalimantan, lalu disebar luaskan kepada suku Dayak dan keturunannya.

Dahulu kuntau dan bangkui terpisah, Kuntau sering ditampilkan dalam upacara-upacara tertentu, misalnya acara pesta perkawinan. Bangkui jarang ditampilkan dikhalayak umum karena dalam proses belajarnya pun harus tertutup dan lokasi belajarnya jauh didalam hutan.

Pada umumnya, proses belajar kuntau relatif lama, sulit dan harus mempunyai ketahanan fisik yang kuat. Proses terakhir dari belajar Kuntau adalah berada dalam suatu lingkaran, dan harus bisa menangkis serangan yang menggunakan Mandau. Pada tahap akhir atau batamat, biasanya guru akan memberi pegangan kepada muridnya yang lulus yaitu Minyak Garak semacam minyak yang jika dioleskan ke tangan, gerakan tangan akan menjadi lebih cepat, reflek dan lincah.

Sedangkan bangkui adalah seni beladiri yang gerakannya di inspirasi dari gerakan hewan bangkui (sejenis monyet besar di hutan Kalimantan). Gerakan bangkui mempunyai banyak gerakan mematikan lawan dengan sekali serangan. Oleh karenanya Bangkui sangat berbahaya jika digunakan secara sembarangan. Bangkui sering digunakan dengan tangan kosong, meski ada juga yang menggunakan toya (tongkat). Jenis beladiri ini cenderung menggunakan kelincahan anggota badan dan menyerang musuh dari bawah.

*Video Silat Kuntau Dayak Ngaju

[tube]http://www.youtube.com/watch?v=QGHxXLcwqYg[/tube]

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply