Pakaian Adat Dayak Ngaju

 Artikel Dayak

baju nyamu copy

Jaman dahulu Oloh Ngaju menggunakan pakaian dari bahan kulit kayu siren atau kayu nyamu. Ada juga yang menggunakan pakaian dari kulit hewan antara lain dari kulit macan dahan lengkap dengan ekornya. Bila dilihat dari jauh, seolah-olah ekor tersebut (bagian dari kulit macan tadi) adalah bagian tubuh dari orang Dayak. Hal inilah yang menyebabkan pada masa lalu muncul anggapan bahwa orang Dayak memiliki ekor.

 

Pakaian Adat Dayak Ngaju

Pakaian adat pria Ngaju berupa ikat kepala berhiaskan bulu-bulu enggang, rompi dan kain-kain yang menutup bagian bawah badan sebatas lutut. Sebuah tameng kayu hiasan yang khas bersama mandaunya berada di pinggang. Perhiasan yang dipakai berupa kalung-kalung manik dan ikat pinggang.

 

Wanitanya memakai baju rompi dan kain (rok pendek), ikat kepala / tutup kepala berhiaskan bulu-bulu enggang, kalung manik, ikat pinggang dan beberapa gelang tangan.

pakaian adat dayak ngaju

pakaian adat dayak ngaju

Kepala Suku Singa Mantir dari Tewang Padjangan (Kahajan) 1921 COLLECTIE_TROPENMUSEUM

Kepala Suku Singa Mantir dari Tewang Padjangan (Kahajan) 1921 COLLECTIE_TROPENMUSEUM

 

Berbagai nama pakaian Adat Dayak Ngaju adalah:

Baju Kalambi Barun Rakawan, jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat, khususnya pada saat upacara tiwah.

Salingkat Sangkurat Benang Ranggam Malahui, jenis pakaian yang dipakai pada saat upacara adat, khususnya pada saat upacara tiwah.

Ewah, semacam cawat.

Ewah Bumbun, semacam cawat yang digunakan dalam upacara adat dan berwarna kuning.

Ewah Nyamo, cawat yang terbuat dari kulita kayu nyamu.

Sakarut/Sangkarut, pakaian yang terbuat dari bahan kajang ukong.

Sampah Angang, sejenis topi pisur waktu menawur.

Lawung Sansulai Dare Nucung Dandang Tingang, sejenis ikat kepala yang digunakan pada saat upacara adat, khususnya pada saat pelaksanaan tiwah.Bulu burung yang sering digunakan untuk ikat kepala/aksesoris, terkadang diikat pada mandau pusaka atau aksesoris pada saat menari adalah bulu burung haruai dan bulu burung tingang atau enggang.

 

pakaian adat dayak ngaju seorang basir di daerah kahajan 1938 COLLECTIE_TROPENMUSEUM

pakaian adat dayak ngaju seorang basir di daerah kahajan 1938 COLLECTIE_TROPENMUSEUM

Busana Pengantin Dayak Kalimantan Tengah

Busana pengantin pria Dayak Kalimantan Tengah memakai celana panjang sampai lutut, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang, cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang. Pengantin wanita memakai kain berupa rok pendek, rompi, ikat kepala dengan hiasan bulu enggang gading, kalung dan subang.

pasukan headhunters ot-danoem COLLECTIE_TROPENMUSEUM

pasukan headhunters ot-danoem COLLECTIE_TROPENMUSEUM

 

(sumber: buku Maneser Panatau Tatu Hiyang, COLLECTIE TROPENMUSEUM)

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply