Tarian Ngajat Iban

 Artikel Dayak
Ngajat Iban

Ngajat Iban

Asal usul tarian ngajat ini tidak diketahui dengan jelas tetapi diyakini telah ada bersama dengan suku Iban sejak abad ke-16. Tarian ngajat diyakini telah dilakukan oleh prajurit mereka setelah kembali dari pertempuran / perburuan. Tarian ini sekarang dilakukan untuk merayakan festival panen paling penting yang disebut ‘ Gawai ‘  dan untuk menyambut tamu penting bagi rumah panjang.

 

 

Dulu ngajat ditarikan setelah para prajurit Iban kembali dari berperang dan pada masa dahulu pemburu kepala dari suku Iban ini, adalah yang paling bengis di Sarawak. Keindahan tarian ngajat yang terdapat dalam suku Iban merupakan satu indentitas komunitas Iban yang penuh dengan dunia mistik dan keajaiban serta membedakan kaum Iban dari suku-suku kaum pribumi lain di Sarawak.

 

 

Penari pria akan memakai pakaian tradisional seperti ‘sirat’, ‘gagung’ atau baju burung, juga memakai topi yang dihias dengan bulu-bulu burung. Gagung merupakan sejenis baju yang tebal dan keras yang diperbuat daripada kulit hewan seperti kulit beruang tetapi tidak dijahit kiri dan kanannya. Sedangkan penari wanita atau digelar sebagai ‘kumang’, mereka memakai pakaian tradisional seperti hiasan kepala, rantai, manik-manik dan ‘ baju ‘ yang panjangnya sampai di bawah lutut mereka.

 

 

Pria pahlawan mempertunjukkan gerakan yang tangkas disepanjang tarian ini, para penari memegang perisai kayu di tangan kiri dan pedang di tangan kanan lalu menari seperti berhadapan dengan musuh dengan mengayunkan badannya ke kiri dan ke kanan. Lagu pengiring dibunyikan dari alat-alat musik seperti gong besar dan kecil, gendang, tawak, bebendai, engkurumong dan sapeh.

 

 

Jenis tarian ngajat dibagi kedalam beberapa jenis yaitu :

  • Ngajat Lesong, tarian yang dipersembahkan oleh para pria Iban saja. Para penari pria menari sambil menggigit lesong.
  • Ngajat Bunuh, tarian yang dipersembahkan oleh kaum lelaki Iban yang berisi gerakan agresif/serangan dalam menghadapi musuh-musuh ketika mereka melakukan perang/perburuan.
  • Ngajat Induk, merupakan tarian yang dipersembahkan oleh para wanita Iban yang mempertunjukan kelembutan dan kehalusan yang menggambarkan aktivitas keseharian masyarakat Iban.
  • Ngajat Ngalu Temuai menyambut tetamu), tarian yang dipersembahkan untuk menyambut kedatangan para tamu istimewa.Biasanya tarian ini dipersembahkan ketika upacara peresmian atau pembukaan suatu kegiatan resmi.
  • Ngajat Pua Kumbu, tarian yang dipersembahkan oleh para wanita Iban. Para penarinya sambil membawa pua kumbu sebagai alat dalam tarian mereka.
  • Ngajat Kuta (persembahan ngajat Tradisional), tarian yang dipersembahkan bagi upacara penyambutan seperti peresmian, acara kebudayaandan dsb. Ngajat ini ditarikan oleh pria dan wanita.

(sumber: id.scribd.com, ibanology.wordpress.com)

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply