Bentuk – Bentuk Diferensiasi Sosial

 Kabar

macam-macam-ras-dunia-kemdiknas

DIFERENSIASI SOSISAL adalah bentuk lapisan tetapi tidak ada tingkatan tinggi atau rendahnya kelas sosial dalam masyarakat. Diferensiasi sosial merupakan bentuk dari struktutur sosial yang bersifat horizontal.

Differensiasi sosial memiliki 3 ciri, yaitu:

a. Ciri fisik

b. Ciri sosial

c. Ciri budaya

 

Sesuai dengan pengertiannya, yaitu pengelompokan ke dalam kelas-kelas secara horizontal, masyarakat memiliki bentuk-bentuksebagai berikut:

A. Diferensiasi Ras

Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciriciri fisiknya, bukan budayanya.

Secara garis besar, manusia dibagi ke dalam ras-ras sebagai berikut :

1) Menurut A.L. Krober

• Austroloid, mencakup penduduk asli Australia (Aborigin)

• Mongoloid

– Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur)

– Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filiphina, penduduk asli Taiwan)

– American Mongoloid (penduduk asli Amerika)

• Kaukasoid

– Nordic (Eropa Utara, sekitar L. Baltik)

– Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur)

– Mediteranian (sekitar L. Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran)

– Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Langka)

• Negroid

– African Negroid (Benua Afrika)

– Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang, Filipina)

– Melanesian (Irian, Melanesia)

• Ras-ras khusus (tidak dapat diklasifikasikan ke dalam empat ras pokok)

– Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan)

– Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan)

– Polynesian (kepulauan Micronesia dan Polynesia)

– Ainu (di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang)

 

2) Menurut Ralph Linton

• Mongoloid, dengan ciri-ciri kulit kuning sampai sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid). Ras Mongoloid dibagi menjadi dua, yaitu Mongoloid Asia dan Indian. Mongoloid Asia terdiri dari Sub Ras Tionghoa (terdiri dari Jepang, Taiwan, Vietnam) dan Sub Ras Melayu. Sub Ras Melayu terdiri dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Mongoloid Indian terdiri dari orangorang Indian di Amerika.

• Kaukasoid, memiliki ciri fisik hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai coklat kehitam-hitaman, dan kelopak mata lurus. Ras ini terdiri dari Sub Ras Nordic, Alpin, Mediteran, Armenoid dan India.

• Negroid, dengan ciri fisik rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal dan kelopak mata lurus. Ras ini dibagi menjadi Sub Ras Negrito, Nilitz, Negro Rimba, Negro Oseanis dan Hotentot-Boysesman.

Bagaimana dengan Indonesia ? Sub ras apa saja yang mendiami negara kita ini ?

Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras sebagai berikut:

• Negrito, yaitu suku bangsa Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.

• Veddoid, yaitu suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatera Selatan, Toala dan Tomuna di Sulawesi.

• Neo Melanosoid, yaitu penduduk kepulauan Kei dan Aru.

• Melayu, yang terdiri dari dua :

– Melayu Tua (Proto Melayu), yaitu orang Batak, Toraja dan Dayak

– Melayu Muda (Deutro Melayu), yaitu orang Aceh, Minang, Bugis/ Makasar, Jawa, Sunda, dsb.

 

B. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)

Apa yang dimaksud dengan suku bangsa atau etnis itu ? Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :

–  ciri fisik  –  kesenian

–  bahasa daerah  –  adat istiadat

 

Suku bangsa yang ada di Indonesia antara lain :

– di Pulau Sumatera : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Melayu, dsb.;

– di Pulau Jawa :  Sunda, Jawa, Tengger, dsb.;

– di Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar, dsb.;

– di Pulau Sulawesi : Bugis, Makasar, Toraja, Minahasa, Toli-toli, Bolaang-Mangondow,   Gorontalo,dsb.;

– di Kep. Nusa Tenggara: Bali, Bima, Lombok, Flores, Timor, Rote, dsb.;

– di Kep. Maluku dan Irian : Ternate, Tidore, Dani, Asmat, dsb.

 

Bagaimana dengan Anda ? Termasuk suku bangsa yang mana ? Apapun suku bangsa Anda tidak masalah. Yang penting kita semua adalah warga negara Indonesia yang baik. Perbedaan kita hanya perbedaan fisik semata, masih ingat bahwa perbedaan itu indah ?

 

C. Diferensiasi Klen (Clan)

Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal).

• Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada:

– Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga)

– Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin;

– Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar;

– Marga Batak Mandailing  : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.

– Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego, Paat, Supit.

– Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw.

– Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De- Rosari, Paeira.

• Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampuang-kampuang. Nama-nama klen di Minangkabau antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai, dsb.

Masyarakat di Flores, yaitu suku Ngada juga menggunakan sistem Matrilineal. Suku Batak salah satu suku di Indonesia yang memakai sistem patrilineal

 

D. Diferensiasi Agama

Menurut Durkheim agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci. Agama merupakan masalah yang essensial bagi kehidupan manusia karena menyangkut keyakinan seseorang yang dianggap benar. Keyakinan terhadap agama mengikat pemeluknya secara moral. Keyakinan itu membentuk golongan masyarakat moral (umat). Umat pemeluk suatu agama bisa dikenali dari cara berpakaian, cara berperilaku, cara beribadah, dan sebagainya.

Jadi, Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya.

1) Komponen-komponen Agama

• Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya.

• Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/gagasan manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-dewa, dan sebagainya.

• Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, Dewa-dewa dan Roh Nenek Moyang.

• Tempat ibadah, seperti Mesjid, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, Klenteng.

• Umat, yakni anggota salah satu agama yang merupakan kesatuan sosial.

2) Agama dan Masyarakat

Dalam perkembangannya agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu berkembang pula agama atau kepercayaan lain, seperti Khong Hu Chu, Aliran Kepercayaan, Kaharingan dan Kepercayaan-kepercayaan asli lainnya.

 

E. Diferensiasi Profesi (pekerjaan)

Profesi atau pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau mata pencahariannya. Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus. Misalnya profesi guru memerlukan ketrampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.

 

Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya.

 

Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya melaksanakan pekerjaannya.

 

F. Diferensiasi Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.

 

G. Diferensiasai Asal Daerah

Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:

– masyarakat desa           : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa;

– masyarakat kota            : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.

 

Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat kita temukan dalam hal-hal berikut ini :

– perilaku

– tutur kata

– cara berpakaian

– cara menghias rumah, dsb.

 

H. Diferensiasi Partai

Demi menampung aspirasi masyarakat untuk turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai.

Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan sosial, seazas, seideologi dan sealiran.

Pada Pemilu tahun 1999 yang lalu terdapat 48 partai, pada Pemilu tahun 2004 mungkin jumlah partai sudah bertambah lebih banyak.

Nah, Anda telah menyelesaikan seluruh materi pada kegiatan belajar 1. Semoga Anda sudah paham benar dengan bahasan mengenai diferensiasi sosial ini. Nah….baiklah kita dalami bahasan itu dengan mengerjakan tugas/ latihan berikut.

(sumber: belajar.kemdiknas.go.id/index5.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMA/view&id=83&uniq=1417)

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply