Penelitian DNA Orang Dayak

 Kabar

Tua adat Dayak Wehea

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman akan meneliti DNA orang Dayak. Tujuannya adalah untuk mengetahui relasi orang Dayak dengan Madagaskar. Sebelumnya, telah terungkap lewat penelitian Murray Cox dari Massey University di Selandia Baru bahwa 30 perempuan Indonesia menjadi nenek moyang orang Madagaskar. Para perempuan tersebut datang ke pulau di Afrika itu sekitar 1200 tahun lalu.


Lembaga Biologi Molekuler Eijkman juga terlibat penelitian tersebut. Data genetik orang Indonesia yang dibandingkan dengan genetik orang Madagaskar, berasal dari 2.745 individu, di 12 pulau adalah hasil penelitian Eijkman. Prof. Dr. Herawati Sudoyo dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan, bahasa orang Madagaskar mirip dengan bahasa Dayak Maanyan. Dengan demikian, diduga bahwa nenek moyang orang Madagaskar secara spesifik adalah orang Dayak Maanyan.

Penelitian Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke depan bertujuan memastikan kaitan antara Dayak Maanyan dan Madagaskar. “Mulai minggu depan, kita akan lakukan penelitian awal. Kita akan ke kota banjarmasin, mengambil sampel DNA orang Dayak dan Banjar. Kita akan ambil sampel DNA semua orang dayak dahulu, tidak terbatas pada Dayak Maanyan, nanti akan kita lihat lagi,” kata Herawati.

Sementara, penelitian yang lebih dalam akan dilakukan tahun depan dengan melibatkan pakar linguistik yang memahami bahasa Dayak Maanyan. “Pertengahan tahun depan kita akan teliti lagi dengan mengajak pakar linguistik. Nanti kita akan bandingkan bagaimana kemiripan bahasa dengan kemiripan genetik,” ungkap Herawati di sela seminar setengah hari bertema “Capacity Building in Wildlife Conservation and Forensic Genetics”.

Sampel DNA akan diambil dari air liur dan darah. Sebisa mungkin, sampel DNA dari orang pure Dayak Maanyan bisa diperoleh. Analisis akan dilakukan pada DNA mitokondria. Menurut Herawati, penelitian DNA orang dayak tidak hanya bertujuan untuk memastikan kaitannya dengan orang Madagaskar, tetapi juga tertarik keragaman populasi dan penyakit, seperti resistensi terhadap malaria dan sebagainya.
(sumber: sains.kompas.com)

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply