Dayak Ngaju (Biaju)

 Rumpun Dayak

RUMPUN SUKU DAYAK NGAJU
Berdasarkan daerah aliran sungai, Biaju terbagi menjadi:

  1. Batang Biaju Besar – Sungai Biaju besar
  2. Batang Biaju Kecil – Sungai Biaju kecil

 

 

Berdasarkan rumpun bahasa, suku Dayak Ngaju (Biaju) terbagi menjadi:

  1. Suku Dayak Ngaju (Ngaju Kapuas)
  2. Suku Dayak Kahayan (Ngaju Kahayan)
  3. Suku Dayak Katingan (Ngaju Katingan)
  4. Suku Dayak Mendawai (Kalimantan Tengah)
  5. Suku Dayak Bakumpai (Kalimantan Selatan)
  6. Suku Dayak Mengkatip (Kalimantan Tengah)
  7. Suku Dayak Berangas (Kalimantan Selatan), tahun 2010 dinyatakan punah beserta bahasanya karena melebur ke dalam mainstream orang Banjar Kuala
  8. Suku Dayak Beraki (Bara-ki) (sudah punah)

 

 

Pembagian lama Suku Dayak Ngaju menurut Tjilik Riwut terbagi menjadi:

  • Suku Dayak Ngaju, terbagi menjadi 53 suku kecil.
  • Suku Dayak Ma’anyan, terbagi menjadi 8 suku kecil
  • Suku Dayak Dusun, terbagi menjadi 8 suku kecil
  • Suku Dayak Lawangan, terbagi menjadi 21 suku kecil

 

 

ASAL MULA
Tentang leluhur asal usul Dayak Ngaju dapat ditelusuri dari tulisan-tulisan sejarah tentang orang Dayak Ngaju. Dalam sejarahnya leluhur Dayak Ngaju diyakini berasal dari kerajaan yang terletak di lembah pegunungan Yunan bagian Selatan, tepatnya di Cina Barat Laut berbatasan dengan Vietnam sekarang. Mereka bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia (Provinsi Yunan, Cina Selatan) sekitar 3000-1500 SM.

 
Menurut Tetek Tatum leluhur orang Dayak Ngaju merupakan ciptaan langsung Ranying Hatalla Langit, yang ditugaskan untuk menjaga bumi dan isinya agar tidak rusak. Dan Leluhur Dayak Ngaju diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan Palangka Bulau (Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan Ancak atau Kalangkang) diturunkan dari langit ke dalam dunia ini di empat tempat berturut-turut melalui Palangka Bulau, yaitu:

  1. Tantan Puruk Pamatuan di perhuluan Sungai Kahayan dan sungai Barito, Kalimantan Tengah, maka inilah seorang manusia yang pertama yang menjadi datuknya orang-orang Dayak yang diturunkan di Tantan Puruk Pamatuan, yang diberi nama oleh Ranying (Tuhan YME) : Antang Bajela Bulau atau Tunggul Garing Janjahunan Laut. Dari Antang Bajela Bulau maka terciptalah dua orang laki-laki yang gagah perkasa yang menteng ureh mamut bernama Lambung atau Maharaja Bunu dan Lanting atau Maharaja Sangen.
  2. Tantan Liang Mangan Puruk Kaminting (Bukit Kaminting), Kalimantan Tengah oleh Ranying (Tuhan YME) terciptalah seorang yang maha sakti, bernama Kerangkang Amban Penyang atau Maharaja Sangiang.
  3. Datah Takasiang, perhuluan sungai Rakaui (Sungai Malahui, Kalimantan Barat, oleh Ranying (Tuhan YME) terciptalah 4 orang manusia, satu laki-laki dan tiga perempuan, yang laki-laki bernama Litih atau Tiung Layang Raca Memegang Jalan Tarusan Bulan Raca Jagan Pukung Pahewan, yang seketika itu juga menjelma menjadi Jata dan tinggal di dalam tanah di negeri yang bernama Tumbang Danum Dohong. Ketiga puteri tadi bernama Kamulung Tenek Bulau, Kameloh Buwooy Bulau, Nyai Lentar Katinei Bulau.
  4. Puruk Kambang Tanah Siang (perhuluan Sungai Barito, Kalimantan Tengah oleh Ranying (Tuhan YME) terciptalah seorang puteri bernama Sikan atau Nyai Sikan di Tantan Puruk Kambang Tanah Siang Hulu Barito.

 

 

Ilustrasi Dayak Ngaju warrior by  W.T. Gordon 1857

Ilustrasi Dayak Ngaju warrior by W.T. Gordon 1857

 

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply