Cerita Tamanggong Runggu Dari Lewu Juking

 Tokoh Dayak
Schwaner_Kotta_Baroe_aan_de_Kapoeas_Moeroeng

Perkampungan Dayak Ngaju di Sungai Kapoeas Moeroeng oleh C.A.L.M. Schwaner, 1843.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengetahui keturunan dari Marudin dengan Marei. Memang masih ada simpang siur mengenai asal keturunan dari Marudin dan gelarnya. Marudin adalah berasal dari keturunan Suku Dayak Ngaju-Bakumpai dan beragama Islam/Muslim. Semasa hidupnya Marudin ikut tingal menetap di perkampungan Lewu Juking bersama dengan Raden Labih.

 

Dari Buku jereh Asli Samuel Tapa ada tertulis nama Tamanggong Ambo Nikodemus Djaja Negara begitu pula dari tulisan para Zending, Almanak Belanda, staatsblad van nederlandsch indië tahun 1849, yang datang ke Sei Apoi dan Pulau Petak jaman dahulu ada tertulis nama Tamanggong Ambo namun tidak ada yang menulis bahwa Runggu itu adalah nama lain dari Tamanggong Ambo. Bahkan Zending Barnstein yang datang ke Sei Apoi pada tahun 1835 dengan maksud untuk bertemu Raden Labih pun menyebutkan bahwa yang menemui pihak Zending pada saat itu adalah Tamanggong Ambo yang merupakan anak dari Raden Labih. Diperlukan penelusuran bersama untuk memperjelas hal ini biar ada titik temu nya.

 

Menurut cerita orang tua dahulu, di ceritakan bahwa Marudin pernah menetap di Lewu Juking dekat muara sungai Kapuas Murung, namun karena perpindahan dari Lewu Juking ke Sei Apoi, diceritakan bahwa Marudin tetap tinggal menetap di Lewu Juking tidak ikut mertuanya Raden Labih bersama anak-anaknya termasuk Tamanggong Ambo yang pindah menetap di perkampungan Sei Apoi seberang Palingkau. Ada pula kabar berita bahwa setelah Marudin meninggal di Lewu Juking tulang belulang beliau oleh keluarga nya dibawa dan dikubur kembali ke wilayah Kelampaian Martapura Kalimantan Selatan.

 

Inilah silsilah Keturunan Marudin (Tamanggong Runggu) dengan Marei (Anak Raden Labih) dari Asli Samuel Tapa :

1. Raden Labih menikah dengan Lanting, melahirkan:
– Bunter Tatu Palangkah
– Ambo atau Tamanggong Nikodemus Djaja Negara
– Riwun
– Hanan
– Marei

2. Marei menikah dengan Marudin, melahirkan:
– Tapa
– Lampe
– Usup
– Sambelom (menikah dengan Demang Anggen)
– Harun
– Enoh
– Meloh

3. Tapa menikah dengan Rachel, melahirkan:
– Lina
– Samuel
– Luce
– Danil

4. Samuel Tapa menikah dengan Amelia Rambang, melahirkan:
– Ardonald
– Agabus
– Arius
– Asli
– Tapat

5. Asli Samuel Tapa menikah dengan Meloh Anggen (cucu Demang Anggen), melahirkan:
– Aritsua Octavius Tapa
– Elvine Yanetha Tapa
– Debora Martiaty Tapa
– Marilyn Destiani Tapa
– Holtuan Agustinus Tapa
– Monalisa Tapa
– Kristo Landang Tapa
– Paulus Sanggam Tapa
– Rumphius Alexis Tawang Tapa
– Lucia Isadora Tapa

 

**Silsilah ini ditulis berdasarkan buku jereh Asli Samuel Tapa dan Keluarga Besar Demang Anggen.

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

2 Responses

  1. nnhary8921/10/2016 at 14:03Reply

    Bisa kasih tau, dimana bisa cari referensi silsilah keluarga TAPA yg lain ? Trims

    • Author

      humabetang08/02/2017 at 21:48Reply

      tabe,, jereh/silsilah keluarga Tapa kebetulan admin punya.. karena terlalu banyak turunannya, mknya admin persingkat..

Leave a Reply