Uria Mapas Negara

 Tokoh Dayak

Makam-Putri-Mayang-Sari-Uria-Mapas-metro7

Pada abad ke 14–15, di wilayah Barito (sekarang Kabupaten Barito Timur) ada keturunan Dayak yang terbagi atas Dayak Kampung Sepuluh, Dayak Benua Lima, Dayak Lawangan dan Dayak Paju Epat. Di antara keturunan Dayak ada garis keturunan yang disebut Uria atau Oring Kaya/terhormat.

Garis Uria tersebut tidak jatuh pada keturunan Dayak Kampung Sepuluh, Dayak Lawangan atau pun Dayak Paju Epat, melainkan hanya pada Dayak Benua Lima. Keturunan Uria terdiri dari dua orang Dayak Benua Lima yang bernama Uria Mapas dan Uria Rinyam.

 

Dulu keduanya hidup akur, rukun dan damai. Namun dalam perjalanannya terjadi perselisihan paham kepercayaan (anutan) dalam adat Kaharingan, sehingga, Uria Rinyam kemudian memilih bermukim di wilayah Kampung Dayak Paju Sepuluh (Sekarang Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang) dengan membawa adat istiadat kepercayaan. Walaupun ada di antara keduanya beberapa benda pusaka yang sama dan kesamaan adat seperti Abeh dan Batu Maruken.

 

Setelah tumbuh besar di Kampung Dayu, Uria Rinyam yang berwajah rupawan merantau dan bekerja di Kerajaan Banjar Kayu Tangi (sekarang Banjarmasin). Uria Rinyam pada akhirnya dipercaya Raja Banjar, Sultan Suriansyah sebagai pembantu/pengawal kerajaan.

Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

One Response

  1. Devia Nalini Sheera07/02/2014 at 15:33Reply

    Salam…

    Saya tidak sengaja membuka web ini karena saya melihat artikel saya yang saya tulis dua tahun lalu. Salut dan bangga ketika bisa menemukan web ini..!

    Sejak pertama saya menginjakan kaki di tanah Kalimantan 6 tahun lalu, saya langsung jatuh cinta dengan Dayak. Dan itu tanpa alasan karena saat itu, saya benar-benar buta tentang Dayak. Tapi sejak saya menuliskan artikel itu dan sampai hari ini, saya masih mencari jejak Dayak di Kalimantan.

    Jujur, saya hampir patah arang berusaha mencari Dayak yang sejatinya Dayak. Kearifan lokal yang begitu luhur seakan tenggelam dan perlahan menghilang termakan waktu. Tapi saya masih tidak meyakini itu. Karena saya sangat percaya masih ada Dayak yang tersisa di tanah ini, sungguh sejatinya Dayak yang telah membangun Keluarga Nusantara.

    Jabat Erat,

    Sheera
    devianalinisheera@gmail.com

Leave a Reply