Wisata Budaya Di Desa Rukun Damai Dayak Kenyah

 Travelling Borneo

lamin adat desa rukun damai-hulumahakam.wordpresscom

Desa ini didiami oleh suku Dayak Lepo Tau yang berasal dari Apokayan. Kehidupan mereka sangat rukun dan mempunyai Lamin Panjang. Seni budaya yang dimiliki memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan Suku Dayak Kenyah lainnya.


Desa Long Bangun Ilir dihuni oleh Suku Dayak Bahau sehingga budaya mereka berbeda dengan suku lain (Desa Rukun Damai). Sebagian masyarakat tinggal di Lamin Panjang.

Kedua suku tersebut beserta beberapa suku lain hidup secara berdampingan, meskipun berbeda budaya. Hal ini disebabkan oleh perasaan yang sama sebagai manusia biasa yang masih bergantung pada alam. Kelompok masyarakat pedalaman memang sangat menjaga keharmonisan hubungan dengan alam. Hal tersebut kemudian melahirkan beragam budaya dan kebiasaan sebagai bentuk penghormatan masyarakat terhadap keagungan alam. Oleh sebab itu di kawasan pedalaman, khususnya Sungai Mahakam, terdapat beragam potensi alam yang sangat kaya.

Di sekitar daerah ini akan dikelilingi hutan tropis dan semak lebat dengan beragam flora seperti anggrek raksasa, bunga bakau dan Lianes. Meskipun pada beberapa titik lokasi sudah bukan lagi hutan asli, melainkan hasil reklamasi yang sebelumnya telah ditebangi untuk aktivitas pertambangan.

Satwa liar yang dapat ditemui pun sangat beragam, seperti monyet, siamang, sapi liar, kucing liar, lemur terbang, martins, musang, pesut (lumba-lumba air tawar), orangutan, beruang, macan tutul, ular, burung rangkong (enggang), burung beo, parkit, dan jambul burung merah. Juga berbagai jenis kupu-kupu yang indah dan kumbang logam, polypods beracun, lipan berwarna cerah & tongkat berjalan raksasa dapat terlihat.

Oleh sebab itu, daya tarik utama di daerah ini sebenarnya adalah dari sisi potensi alamnya. Akan tetapi untuk menjelajahi hutan harus didampingi oleh masyarakat setempat, dan mengikuti kebiasaannya. Hal ini disebabkan karena masyarakat lah yang lebih mengenal kondisi di dalam hutan, dan biasanya diadakan beberapa ritual kecil selama perjalanan agar selamat sampai pulang kembali.

Letak lokasi ini sejauh 251 mil dari Kota Tenggarong (Ibukota Kutai Kartanegara). Untuk mengunjungi lokasi ini dapat dicapai dengan kapal motor dari Samarinda menuju Long Bangun Ilir dengan waktu tempuh perjalanan selama 2 hari.

(sumber: mastri.staff.ugm.ac.id/wisatapedia/index.php/telusur/kalimantan-timur/obyek-wisata/desa-rukun-damai/)


Author: 

Tabe, Salam Isen Mulang, Adil Katalino Bacuramin Kasaruga Basengat Ka Jubata.

Related Posts

Leave a Reply